Disadari atau tidak, diinginkan atau tidak,
tanpa perintah, hati telah bergerak sedikit demi sedikit ke tempat lain.
Bukan disana lagi. Entahlah....
candu itu kamu, racun itupun kamu. Kmu telah menjadi keduanya untukku, tapi aku menikmatinya..
Senin, 15 Oktober 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
"Indahnya" dunia
Memasuki area baru, zona baru, lingkungan baru itu sebenarnya menyenangkan. Seperti kita sedang mempunyai keluarga baru. Memahami lagi setiap tingkah, setiap apa yang terjadi. Sama seperti baru memiliki bayi menunggu kejutan - kejutan apa yang akan dilakukan badan mungil itu.
Setiap tempat yang kita pijak selalu pasti punya kelebihan dan kekurangan masing - masing. Kita pernah ada disana, tempat ternyaman yang sedang kita diami. Tapi kita harus bermutasi dari area nyaman ke area yang belum diketahui kondisinya. Hasilnya adalah perbandingan. Bagaimna nyamannya disana, bagaimana kisruhnya disini. Bagaimana menyebalkannya disana, bagaimana menyenangkannya disini.
Tempat baru yang kita diami itu akhirnya mau tidak mau ahrus menjadi bagian dari kita, dengan segala bentuk rupanya, dengan segala sejarahnya. Adaptasi.
Tapi bagaimana ceritanya dalam kesusahan kita tetap memilih area yang terpaksa kita tinggalkan sebagai tempat ternyaman? Memilih yang sudah menjadi jauh untuk tetap menjadi bagian dari diri kita, karena nyata - nyata yang jauh itulah yang rela menjadi penjaga, yang dengan tanpa diminta justru menyiapkan perlindungan lebih baik daripada yang terlihat lebih dekat.
Yang mau mendengarkan disaat kesusahan, yang mau mengerti diwaktu kesulitan. Bukan malah makin menjatuhkan untuk melindungi diri. Bukan menginjak untuk menegakkan diri sendiri.
Dimana nyaman itu?
Yang jauh malah rela berpeluh keringat untuk saling menegakkan diri, yang dekat menginjak dengan penuh semangat untuk kepentingan sendiri.
Indahnya dunia. Seperti strawberry, tampak cantik, manis, menggiurkan. Padahal.... (coba rasakan sendiri)
Setiap tempat yang kita pijak selalu pasti punya kelebihan dan kekurangan masing - masing. Kita pernah ada disana, tempat ternyaman yang sedang kita diami. Tapi kita harus bermutasi dari area nyaman ke area yang belum diketahui kondisinya. Hasilnya adalah perbandingan. Bagaimna nyamannya disana, bagaimana kisruhnya disini. Bagaimana menyebalkannya disana, bagaimana menyenangkannya disini.
Tempat baru yang kita diami itu akhirnya mau tidak mau ahrus menjadi bagian dari kita, dengan segala bentuk rupanya, dengan segala sejarahnya. Adaptasi.
Tapi bagaimana ceritanya dalam kesusahan kita tetap memilih area yang terpaksa kita tinggalkan sebagai tempat ternyaman? Memilih yang sudah menjadi jauh untuk tetap menjadi bagian dari diri kita, karena nyata - nyata yang jauh itulah yang rela menjadi penjaga, yang dengan tanpa diminta justru menyiapkan perlindungan lebih baik daripada yang terlihat lebih dekat.
Yang mau mendengarkan disaat kesusahan, yang mau mengerti diwaktu kesulitan. Bukan malah makin menjatuhkan untuk melindungi diri. Bukan menginjak untuk menegakkan diri sendiri.
Dimana nyaman itu?
Yang jauh malah rela berpeluh keringat untuk saling menegakkan diri, yang dekat menginjak dengan penuh semangat untuk kepentingan sendiri.
Indahnya dunia. Seperti strawberry, tampak cantik, manis, menggiurkan. Padahal.... (coba rasakan sendiri)
Senin, 08 Oktober 2012
KECEWA
SAYA SAKIT KAMU TAU????!!!!!
DAN SAAT INI SAYA BUTUH KAMU. BUKAN MEREKA YANG MEMBUTUHKANMU!!!!!
JADI SEKARANG SAYA TAU MEREKALAH PRIORITASMU. BUKAN SAYA.
SAYA TAU KENAPA JALAN KITA SEMAKIN TERASA JAUH, KARENA BUKAN SAYA PRIORITASNYA DAN BUKAN SAYA YANG MENJADI TUJUANMU.
DAN SAAT INI SAYA BUTUH KAMU. BUKAN MEREKA YANG MEMBUTUHKANMU!!!!!
JADI SEKARANG SAYA TAU MEREKALAH PRIORITASMU. BUKAN SAYA.
SAYA TAU KENAPA JALAN KITA SEMAKIN TERASA JAUH, KARENA BUKAN SAYA PRIORITASNYA DAN BUKAN SAYA YANG MENJADI TUJUANMU.
Sabtu, 06 Oktober 2012
yang tertunda (lagi)
penundaanmu terhadapnya berarti pula penundaanmu untukku.
disadari atau tidak.
dan itu berarti waktu dan jarak yang kita tempuh semakin jauh saja.
Tolong peluk saya, usap kepala saya, kecup lembut kening saya, dan katakan
"bersabarlah sedikit lagi, aku menyayangimu".
............
disadari atau tidak.
dan itu berarti waktu dan jarak yang kita tempuh semakin jauh saja.
Tolong peluk saya, usap kepala saya, kecup lembut kening saya, dan katakan
"bersabarlah sedikit lagi, aku menyayangimu".
............
shifana
Saya menyayangimu pasti.
Sejak awal, tanpa alasan. Menyayangimu. Itu saja
Walaupun saya dipertemukan belakangan denganmu, yang kadang jadi penyesalan sendiri untukku.
Kenapa kita tidak bertemu diawal saja, jadi tidak terlalu banyak yang kita khawatirkan.
Tapi inilah jalan yang mungkin Tuhan berikan untuk saya. Untuk kita. Ajaib.
Saya menyayangimu.
Kadang saya menangis karena sadar sayang ini sudah terlalu besar sedangkan tempat untuk menampung rasa ini belum sebegitu besar dan kuat.
Saya menyayangimu.
Dan saya tau kamupun menyayangi saya walaupun kadang diam adalah caramu menunjukkannya.
Saya menyayangimu.
Dan semua yang telah dan pernah ada dalam dirimu.
Saya sedang mencari alasan untuk bisa sedikit saja mengurangi rasa ini, tapi begitulah...
Saya tidak berhasil menemukannya, bahkan di kedalaman amarahmu, dalam tumpukan sejarah hidupmu, dan dalam perjalanan yang entah dimana ujungnya saya tetap menyayangimu candu dan racunku.
October 6th 2012
Sejak awal, tanpa alasan. Menyayangimu. Itu saja
Walaupun saya dipertemukan belakangan denganmu, yang kadang jadi penyesalan sendiri untukku.
Kenapa kita tidak bertemu diawal saja, jadi tidak terlalu banyak yang kita khawatirkan.
Tapi inilah jalan yang mungkin Tuhan berikan untuk saya. Untuk kita. Ajaib.
Saya menyayangimu.
Kadang saya menangis karena sadar sayang ini sudah terlalu besar sedangkan tempat untuk menampung rasa ini belum sebegitu besar dan kuat.
Saya menyayangimu.
Dan saya tau kamupun menyayangi saya walaupun kadang diam adalah caramu menunjukkannya.
Saya menyayangimu.
Dan semua yang telah dan pernah ada dalam dirimu.
Saya sedang mencari alasan untuk bisa sedikit saja mengurangi rasa ini, tapi begitulah...
Saya tidak berhasil menemukannya, bahkan di kedalaman amarahmu, dalam tumpukan sejarah hidupmu, dan dalam perjalanan yang entah dimana ujungnya saya tetap menyayangimu candu dan racunku.
October 6th 2012
Senin, 28 Mei 2012
i love u to...
Satu menit lalu kita selesai bicara.
Pembicaraan yang selalu tanpa hasil.
Satu menit lalu aku bilang "Aku menyayangimu"
tapi kamu bergeming saja.
Aku bilang lagi "Aku menyayangimu"
kamu tetap diam.
Entah kelelahan entah apa...
Kadang kamu menjawab hanya dengan "iya.." atau "Aku juga..."
Apanya yang iya?
Apanya yang aku juga?
Waktu kita bicara tadi aku bilang aku rindu kamu.
Rindu ucapan sayangmu, rindu caramu menyabarkanku...
Aku tidak menangkap jelas bagaimana tanggapanmu.
Yang pasti hanya begitu saja.
Aku tanya apa selama kita berjalan bersama ada bagian dari diriku yang berubah?
Kamu bilang "tidak ada, ada apa memang?"
Aku hanya menggeleng, walau tau kamu tidak akan melihat gelengan kepalaku.
Tidak akan melihat ekspresi kecewaku.
....
Pembicaraan yang selalu tanpa hasil.
Satu menit lalu aku bilang "Aku menyayangimu"
tapi kamu bergeming saja.
Aku bilang lagi "Aku menyayangimu"
kamu tetap diam.
Entah kelelahan entah apa...
Kadang kamu menjawab hanya dengan "iya.." atau "Aku juga..."
Apanya yang iya?
Apanya yang aku juga?
Waktu kita bicara tadi aku bilang aku rindu kamu.
Rindu ucapan sayangmu, rindu caramu menyabarkanku...
Aku tidak menangkap jelas bagaimana tanggapanmu.
Yang pasti hanya begitu saja.
Aku tanya apa selama kita berjalan bersama ada bagian dari diriku yang berubah?
Kamu bilang "tidak ada, ada apa memang?"
Aku hanya menggeleng, walau tau kamu tidak akan melihat gelengan kepalaku.
Tidak akan melihat ekspresi kecewaku.
....
Kamis, 24 Mei 2012
hari ini aku sakau
Hari ini aku tidak ingin beranjak dari tempatku.
Aku sedang merayakan sesuatu yang penting.
Perayaan tanpa pesta, perayaan tanpa tawa.
Seorang diri saja.
Hanya ditemani alunan lagu sendu.
Aku bersenang senang dengan air mata.
Aku tidak menyiapkan apapun untuk perayaan ini.
Aku hanya menyambutnya.
Hari ini istimewa.
Karena tepat dihari ini kita ada.
Hari ini hari istimewa.
Karena dihari ini aku mengetahui bagaimana dirimu marah.
Hari ini istimewa.
Karena dihari ini aku sungguh - sungguh merasa sepi.
Sepi tanpamu yang telah menjadi candu dan racunku.

Aku sedang merayakan sesuatu yang penting.
Perayaan tanpa pesta, perayaan tanpa tawa.
Seorang diri saja.
Hanya ditemani alunan lagu sendu.
Aku bersenang senang dengan air mata.
Aku tidak menyiapkan apapun untuk perayaan ini.
Aku hanya menyambutnya.
Hari ini istimewa.
Karena tepat dihari ini kita ada.
Hari ini hari istimewa.
Karena dihari ini aku mengetahui bagaimana dirimu marah.
Hari ini istimewa.
Karena dihari ini aku sungguh - sungguh merasa sepi.
Sepi tanpamu yang telah menjadi candu dan racunku.
hari ini istimewa, karena dihari ini aku sakau.
Langganan:
Postingan (Atom)