Memasuki area baru, zona baru, lingkungan baru itu sebenarnya menyenangkan. Seperti kita sedang mempunyai keluarga baru. Memahami lagi setiap tingkah, setiap apa yang terjadi. Sama seperti baru memiliki bayi menunggu kejutan - kejutan apa yang akan dilakukan badan mungil itu.
Setiap tempat yang kita pijak selalu pasti punya kelebihan dan kekurangan masing - masing. Kita pernah ada disana, tempat ternyaman yang sedang kita diami. Tapi kita harus bermutasi dari area nyaman ke area yang belum diketahui kondisinya. Hasilnya adalah perbandingan. Bagaimna nyamannya disana, bagaimana kisruhnya disini. Bagaimana menyebalkannya disana, bagaimana menyenangkannya disini.
Tempat baru yang kita diami itu akhirnya mau tidak mau ahrus menjadi bagian dari kita, dengan segala bentuk rupanya, dengan segala sejarahnya. Adaptasi.
Tapi bagaimana ceritanya dalam kesusahan kita tetap memilih area yang terpaksa kita tinggalkan sebagai tempat ternyaman? Memilih yang sudah menjadi jauh untuk tetap menjadi bagian dari diri kita, karena nyata - nyata yang jauh itulah yang rela menjadi penjaga, yang dengan tanpa diminta justru menyiapkan perlindungan lebih baik daripada yang terlihat lebih dekat.
Yang mau mendengarkan disaat kesusahan, yang mau mengerti diwaktu kesulitan. Bukan malah makin menjatuhkan untuk melindungi diri. Bukan menginjak untuk menegakkan diri sendiri.
Dimana nyaman itu?
Yang jauh malah rela berpeluh keringat untuk saling menegakkan diri, yang dekat menginjak dengan penuh semangat untuk kepentingan sendiri.
Indahnya dunia. Seperti strawberry, tampak cantik, manis, menggiurkan. Padahal.... (coba rasakan sendiri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar